(KESIMPULAN TAUSIAH.4may 2015)
Syaikh M.Nuruddin Marbu Al-Banjari
Al-Makki
With Syaikh M.Nuruddin Marbu Al-Banjari
Al-Makki
Syaikh M.Nuruddin Marbu Al-Banjari Al-Makki
lamanya belajar diMekkah selama 9 tahun.
He is always said ما شاء الله
تبارك الله
Aturan dalam menata kitab :
1.
Deretan Al-quran
2.
Deretan Tafsir
3.
Deretan Hadis
4.
Deretan Fiqh
5.
Deretan kitab-kitab alat ex.Jarumiah
-
Para ulama salaf
yang bermimpi berjumpa dengan nabi ditiap-tiap malam adalah Imam Maliki.
Allah memuliakannya kerena adabnya terhadap ilmu , semasa beliau hidup
beliau tidak pernah berkendaraan beliau memberi alasan ‘’tidak sepatutnya aku
duduk di atas tunggangan sedangkan di bawahnya terdapat jasad rasulullah saw’’.
Setiap malam Imam Malik memulai membaca kitab hadis beliau selalu
menagis dan sangat seksama membaca kitab sehingga tidak terasa 17 gigitan kala
jengking yang menghampirinya.
Dalam belajar Imam Malik selalu mengutamakan adap, hingga muridnya
yang pernah belajar 20 tahun dengan 18 tahun dihabiskan dalam belajar adab dan
2 tahun untuk belajar ilmu yang lainnya.
-
Meninggalnya 1 orang
alim lebih buruk dari pada meninggal orang satu kampung yang tidak alim
wafatnya mereka bagaikan terbentuknya satu lobang yang besar yang sangat susah
untuk ditimbun.
-
Yang mengangkat
derajat para ulama adalah ilmu, karena ilmulah yang mengangkat derajat kita,
jadi kita harus memuliakannya.
-
Kita belajar untuk
memperoleh ilmu, karena ilmu adalah pembimbing kita. Ilmu yang kita dapatkan
merupakan mentor yang selalu mengarahkan kita, bukan berilmu hanya untuk
mengajar orang.
-
Kita jangan seperti
lilin, yang memberi cahaya kepada yang lain sedangkan dirinya selalu meleleh.
Atau….
Seperti jarum yang memperbaiki semua baju yang rusak tetapi dirinya
telanjang.
-
Meletakkan tangan
seusai Takbiratul Ihram.
1.
Menurut Imam Malik, tangan diluruskan
2.
Menurut Imam Hanafi, tangan diletakkan dibawah pusar
3.
Menurut Imam Syafi’I, tangan diletakkan di atas pusar dan di bawah
dada
4.
Menurut Wahabi (sesat) di atas dada
His Advice
·
Jangan meletakkan
Al-quran, kitab-kitab di atas lantai karena itu salah satu tidak beradap
·
Di depan guru jangan
main kipas
·
Jangan meletakkan
sesuatu yang lain di atas kitab
·
Matikan hp ketika
masuk mesjid sebagai rasa hormat kita kepada Allah
·
Jam tangan dipakai
dikanan dan cincin dipakai dikelingking kanan karena kanan lebih mulia dari
kiri dan itulah perbuatan nabi saw.
·
Dalam melakukan
sesuatu, senantiasa memulai dengan tangan kanan ex: memakai baju, namun
diketika mencabutnya, harus memulai dari kiri.
·
Nabi suka menyandar
kearah kiri jadi sepatutnya kita seperti begitu juga
QUESTION
FIRST :
ü Bagaimana seharusnya adap kita dengan pengarang
kitab , apa saja amalan –amalan yang harus kita lakukan untuk menguatkan
hafalan kita dan bagaimana caranya agar kita mudah memahami kitab?
HIS ASWER :
v
Adap kita dengan
pengarang kitab seharusnya kita menghadiahkan pahala untuk beliau dengan,
membaca Al-Fatihah dan membaca doa keberkatannya
Seperti ini :
قال مؤلف رحم الله تعالى ونفعنا
والمسلمين بعلومه و بعلومكم في الدرين
v
Jika kita melakukan
rutin dan beradap dengan kitab yang kita pelajari, Insya Allah hafalan kita
kuat dan kita mudah memahaminya selanjutnya membaca shalawat dan memperbanyak
zikir kepada Allah.
SECOND :
ü Adakah suatu patokan bahwa ilmu itu sudah
dikatakan baroqah ?
HIS ASWER :
v
Ilmu itu dikatakan
barokah bukan karena sudah memiliki julukan panjang sampai 15 meter, atau sudah
memilki banyak murid tapi sejauh mana ilmu itu telah disebarkan maka semakin
banyak barokah ilmu kita miliki.
v
Setiap santri punya
kelebihan, seseorang yang kita anggap biasa
ex: yang tertidur malam ini, siapa tau dialah calon ulama masa yang akan
datang , jadi jangan sembarang menghina karena setiap orang ada keistimewaan.
Allah maha bagus ciptaannya.
THIRD :
ü Bagaimana pandangan masyarakat pada orang yang
menasehat/berceramah sedangkan penasehat masih berumur muda ?
HIS ASWER :
v
Tiada batasan untuk
umur penasehat tapi jika kita masih muda, hendaknya menasehati yang tua dengan
lemah-lembut atau sindiran seperti Hasan-Husen ketika mereka menasehati
seseorang yang salah dalam cara berwudzuk, mereka menyuruh orang tersebut untuk
menghakimi cara mereka berwudzuk mana yang benar diantara mereka berdua, maka
setelah melihat kedua mereka yakni Hasan-Husen, orang itu sadar bahwa wudzuknya
salah.
BEBERAPA TAMBAHAN LAIN
1. Alllah telah mengangkat martabat orang beriman
dan orang yang berilmu dengan beberapa derajat, tiap satu derajat bagaikan jauh
langit dan bumi.
2.
Beliau (Syaikh M.Nuruddin Marbu Al-Banjari Al-Makki) mempunyai
sanat cuma satu perantaraan saja dengan Syaikh Yasin Fadani pengarang kitab
Fawaidul Janiyah
3.
Beliau (Syaikh M.Nuruddin Marbu Al-Banjari Al-Makki) mempunyai dua sanat saja dengan Syaikh Abu Bakar Syata pengarang kitab
I’anatut Thalibin.
4.
Meninggal manusia awam sekampung lebih baik dari meninggal satu
ulama
5.
Ulama adalah milik atau paewaris para bukan milik partai atau
golongan tertentu
6.
Nahdhatul wathan adalah salah satu pesantren yang terbesar
diIndonesia
7.
Pesantren diIndonesia jumlahnya adalah berpuluh-puluh ribu tetapi
mengapa satu Rhoma Irama saja tidak bisa dikalahkan yang telah memasyarakatkan
dangdut dan mendandutkan masyarakat
8.
Karena kita tidak memuliakan yang mulia disisi Allah maka kita
tidak diberi kemuliaan disisi Allah swt.
9.
Kita mendapat kemerdekaan pada 17 Agustus dikarenakan mentalitas
keagamaan
1. Aceh ini adalah tanggung jawab antum untuk
menerangi seluruh nusantara
10. Karang Syaikh adalah Al-Ihatah (pengamatan
tentang haid wanita) dan diamati oleh 800 ulama melayu.
11. Kalau antum jadi guru nanti maka matikan hp
waktu memasuki mesjid.
12. Bagaimanapun guru kita harus hormat dan ta’zim.
sumbangan tulisan TgkMuliani Musa kelas VIF
WAllahu A'lam Bis shawab
sumbangan tulisan TgkMuliani Musa kelas VIF
WAllahu A'lam Bis shawab